Welcome Message

Welcome to My Blog ..... And thank you for coming ..... ^_^

Minggu, 12 Februari 2012

Husnudzon

Pengertian Husnudzon
Husnudzon adalah berprasangka baik, baik kepada sesama maupun kepada Allah SWT. Berprasangka baik merupakan sikap atau perasaan yang tidak disertai dengan dugaan-dugaan yang buruk.
Firman Allah dalam QS Al-Hujurat ayat 12 :

$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qç7Ï^tGô_$# #ZŽÏWx. z`ÏiB Çd`©à9$# žcÎ) uÙ÷èt/ Çd`©à9$# ÒOøOÎ) ( Ÿwur (#qÝ¡¡¡pgrB Ÿwur =tGøótƒ Nä3àÒ÷è­/ $³Ò÷èt/ 4 =Ïtär& óOà2ßtnr& br& Ÿ@à2ù'tƒ zNóss9 ÏmŠÅzr& $\GøŠtB çnqßJçF÷d̍s3sù 4 (#qà)¨?$#ur ©!$# 4 ¨bÎ) ©!$# Ò>#§qs? ×LìÏm§ ÇÊËÈ  
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa. dan janganlah mencari-cari keburukan orang dan janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”
Dalam ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah SWT melarang hamba-Nya untuk berburuk sangka terhadap orang lain. Jadi, tentulah husnudzon merupakan sikap yang terpuji dan suudzon (berburuk sangka) merupakan sikap tercela dan berdosa, seperti yang dijelaskan dalam QS AL-Hujurat ayat 12, yaitu :
$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä (#qç7Ï^tGô_$# #ZŽÏWx. z`ÏiB Çd`©à9$# žcÎ) uÙ÷èt/ Çd`©à9$# ÒOøOÎ) ( Ÿwur (#qÝ¡¡¡pgrB 
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan purba-sangka (kecurigaan), karena sebagian dari purba-sangka itu dosa.”
Penerapan Husnudzon
1.      Husnudzon kepada Allah SWT
Husnudzon kepada Allah SWT artinya berbaik sangka bahwa Allah SWT Maha Sempurna dan bersih dari segala sifat kekurangan. Husnudzon kepada Allah SWT merupakan salah satu tanda beriman kepada-Nya.
Husnudzon kepada Allah SWT diantaranya :
a)      Syukur
Syukur adalah berterima kasih kepada Allah SWT dan pengakuan yang tulus atas nikmat dan karunia-Nya, melalui ucapan, sikap, dan perbuatan.
Firman Allah SWT dalam QS Al-Baqarah ayat 152 :

þÎTrãä.øŒ$$sù öNä.öä.øŒr& (#rãà6ô©$#ur Í< Ÿwur Èbrãàÿõ3s? ÇÊÎËÈ
“Karena itu, ingatlah kamu kepada-Ku niscaya aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku.”
b)      Sabar
Dalam hidup ini, tentu kita tidak leepas dari ujian-ujian yang diberikan oleh Allah SWT. Dan tentunya, dalam menghadapi hal tersebut, kita harus selalu sabar dan tidak berkeluh kesah, karena kita harus menyadari bahwa ujian-ujian dan musibah-musibah itu sudah kehendak Allah SWT.
Firman Allah SWT dalam QS Yusuf ayat 87 :
¢ÓÍ_t7»tƒ (#qç7ydøŒ$# (#qÝ¡¡¡ystFsù `ÏB y#ßqムÏmŠÅzr&ur Ÿwur (#qÝ¡t«÷ƒ($s? `ÏB Çy÷r§ «!$# ( ¼çm¯RÎ) Ÿw ߧt«÷ƒ($tƒ `ÏB Çy÷r§ «!$# žwÎ) ãPöqs)ø9$# tbrãÏÿ»s3ø9$# ÇÑÐÈ  
“Hai anak-anakku, Pergilah kamu, Maka carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir".
2.      Husnudzon pada diri sendiri
Manusia merupakan makhluk Allah yang paling baik dimuka bumi dibandingkan dengan makhluk yang lain (seperti hewan dan tumbuhan).
Dalam firman Allah QS At Tin ayat 4 disebutkan :
ôs)s9 $uZø)n=y{ z`»|¡SM}$# þÎû Ç`|¡ômr& 5OƒÈqø)s? ÇÍÈ  
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.”
Dalam ayat tersebut diterangkan bahwa manusia adalah makhluk yang paling baik karena diberikan akal dan pikiran. Jadi kita tidak boleh bersuudzon terhadap apa yang sudah Allah berikan dan kehendaki kepada diri kita. Kita harus senantiasa bersyukur akan nikmat yang telah Allah berikan kepada kita.
3.      Husnudzon dengan sesama
Dalam surat Al Hujarat ayat 11 juga diterangkan :
$pkšr'¯»tƒ tûïÏ%©!$# (#qãZtB#uä Ÿw öyó¡o ×Pöqs% `ÏiB BQöqs% #Ó|¤tã br& (#qçRqä3tƒ #ZŽöyz öNåk÷]ÏiB Ÿwur Öä!$|¡ÎS `ÏiB >ä!$|¡ÎpS #Ó|¤tã br& £`ä3tƒ #ZŽöyz £`åk÷]ÏiB ( Ÿwur (#ÿrâÏJù=s? ö/ä3|¡àÿRr& Ÿwur (#rât/$uZs? É=»s)ø9F{$$Î/ ( }§ø©Î/ ãLôœew$# ä-qÝ¡àÿø9$# y÷èt/ Ç`»yJƒM}$# 4 `tBur öN©9 ó=çGtƒ y7Í´¯»s9'ré'sù ãNèd tbqçHÍ>»©à9$# ÇÊÊÈ  
”Hai orang-orang yang beriman, janganlah sekumpulan orang laki-laki merendahkan kumpulan yang lain, boleh Jadi yang ditertawakan itu lebih baik dari mereka. dan jangan pula sekumpulan perempuan merendahkan kumpulan lainnya, boleh Jadi yang direndahkan itu lebih baik. dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan. seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan Barangsiapa yang tidak bertobat, Maka mereka Itulah orang-orang yang zalim.”
Pokok bahasan dalam ayat tersebut adalah kita tidak boleh suudzon terhadap sesama, tetapi kita harus terus husnudzon. Apabila kita tidak mengetahui suatu hal dengan pasti, maka kita tidak boleh berprasangka buruk akan hal tersebut. Kita dilarang mencela antara sesama mukmin karena orang-orang mukmin seperti satu tubuh.
Husnudzon pada sesama hendaknya diterapkan dalam beberapa aspek kehidupan, yaitu :
a)      Kehidupan berkeluarga
Dalam kehidupan berkeluarga, pasti menghendakki suatu keluarga yang diridai dan dirahmati oleh Allah SWT, bahagia dan sejahtera, baik di dunia maupun di akhirat.
Agar tujuan tersebut dapat terwujud, maka dalam keluarga harus ditumbuhkan sifat husnudzon antar anggota keluarga.
b)      Kehidupan bertetangga
Antara tetangga yang satu dengan yang lainnya hendaknya saling berprasangka baik dan jangan saling mencurigai. Beberapa sikap yang dapat diterapkan adalah :
·            Saling menghormati
Dalam HR Muslim dijelaskan tentang hal ini, yaitu yang artinya :
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaknya menghormati tetangganya.”
·            Berbuat baik kepada tetangga
Dalam HR Muslim dijelaskan tentang hal ini, yaitu yang artinya :
“Tidak akan masuk surga orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguan-gangguan.”
c)      Kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara
Tujuan hidup bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara adalah terwujudnya kehidupan yang aman, tentram, adil, dan makmur, di bawah ampunan dan rida Allah SWT.
Cara agar terwujudnya tujuan tersebut adalah seluruh warga negara saling berprasangka baik yang diikuti dengan berbagai sikap dan perilaku terpuji yang bermanfaat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar